Loading...
Tampilkan postingan dengan label Sistem Operasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sistem Operasi. Tampilkan semua postingan

Tips Agar Komputer-Laptop Windows Bebas dari Virus dan Adware

Ragil Triatmojo 6/26/2017 Add Comment
Beberapa minggu ini masih sangat trend tentang ransomware 'WannaCRY' yang heboh disejagat dunia nyata ataupun maya. Belum lama juga, saya sebagai orang yang terkena kutukan 'anak IT' ditanyai dan diminta tolong oleh seorang teman tentang datanya yang hilang terkena virus. Bukan sekedar itu saja namun juga dimintai kejelasan seputaran ransomware yang sangat ditakuti anak sekolahan bin anak laporan.

Membersihkan komputer dari virus dan adware

Nah pada postingan kali ini saya akan berbagi tips cara menangkal virus pada sistem operasi Windows, ntah virus itu berupa malware, adware, ransomware ataupun exploit.

Langsung saja kita ke poin-poinnya, yaitu:
  • Jangan Sembarangan Tancap Flashdisk/Harddisk Eksternal
Ya ! Jangan asal menancapkan flashdisk ke komputer/laptop setelah kita gunakan di komputer orang lain. Hal ini karena kita tidak tau apakah komputer yang kita gunakan sebelumya terkena virus yang  dapat menyebar atau tidak. Paling sering adalah kita mendapatkan 'oleh-oleh' virus sehabis menggunakan dan mengcopy data dari komputer umum di warnet atau percetakan. Sedangkan jenis virus yang paling sering muncul adalah tipe virus shortcut. Virus ini biasanya akan mengubah isi flashdisk menjadi shortcut dan menyembunyikan file aslinya(data masih bisa diselamatkan).

Hal yang harus dilakukan adalah pastikan kita memiliki antivirus yang ampuh untuk menangkal virus nakal seperti ini. 

  • Jangan Sembarangan Download Aplikasi
Siapa yang tidak butuh aplikasi? Semua orang pasti membutuhkannya untuk membantu pekerjaan ataupun sekedar untuk hiburan. Dalam hal ini saya titik beratkan ke aplikasi bajakan aka cracked. Mengapa? karena aplikasi bajakan maupun yang menggunakan keygen cenderung sudah disisipi program  jahat ntah itu spyware, adware ataupun yang lain.  Walaupun tidak semua aplikasi bajakan mengandung program jahat tersebut.

Contoh simpelnya adalah sehabis intall aplikasi tiba-tiba komputer terasa lemot dengan reource yang tinggi. Saat dicek ternyata crack yang digunakan sedang mengekpoitasi komputer kita.

Jadi sebisa mungkin gunakan aplikasi yang didownload dari situs resmi dan menggunakan lisensi original.

  • Pandai-pandai Memilih Program Utility Gratis
Program Utility? Itu lo program yang buat tune up komputer, bersihin cache, sampah dll. di komputer. Biasanya kalo ini program abal-abal malah buat komputer kita lemot dan penuh iklan. Makanya kalo pengen instal ini program mending tanya temen yang lebih paham biar dikasih saran.
  • Hati-hati Saat Klik Link Download/Rujukan
Nah yang satu ini penting banget buat anime atau drakor lovers. Kenapa? Karena biasanya situs download film bajakan cenderung 'sembarangan' dalam memasang iklan. Biasanya beberapa iklan nyusup link yang mencing kita buat download aplikasi buat ngambil film yang kita cari. Padahal terkadang itu yang kita download adalah iklan plus ntar malah datengin iklan yang lebih banyak alias adware.

Gak cuma itu aja, kadang beberapa penayang iklan juga sembarangan ngasih script, jadi ada script jahat yang mereka pakai buat nyuri data yang kita pake buat browsing.
  • Cermati Isi Email
  • Update Windows
  • Buat Restore Point dan Backup Data
  • Install Anti Virus
  • Gunakan Fitur 'Read-Only'
 Selain beberapa poin diatas kita juga perlu melakukan kewajiban yaitu rutin mengupdate patch keamanan pada Windows. Hal ini penting banget karena bisa nambal celah yang ada pada windows. Jika dirasa kurang kita pun bisa menginstall anti-virus pihak ke tiga.

Nah mungkin itu saran yang bisa saya sampaikan biar komputer kita aman dari virus maupun adware yang sangat menjengkelkan dan berbahaya bagi data pribadi kita.

Jangan Lupa Share ya.

Read More

Kumpulan Tutorial dan Pembahasan Paket 2 (Mikrotik) Uji Kompetensi Kejuruan SMK 2016/2017

Ragil Triatmojo 2/02/2017 Add Comment
Sepertinya soal paket 2 UKK merupakan paket favorit. Dapat dikatakan seperti itu karena banyak sekali artikel maupun tutorial video mengenai pengerjaan paket 2 soal UKK tersebut.

Saya sendiri tahun ini juga mengikuti UKK dan mengambil paket 2. Kalau dirasa sih aneh UKK di kelas 4 tapi UN di kelas 3. Kok kelas 4? Soalnya sekolah saya programnya 4 tahun.

Pembahasan soal UKK TKJ paket 2 Mikrotik


Setelah mencari referensi sayapun menemukan beberapa panduan yang menurut saya mudah dipahami. Namun jangan menyepelekan sesuatu yang sudah banyak panduannya, karena anak TKJ juga butuh yang namanya bejo.

Nah dalam paket 2 tersebut kurang lebih intinya sebagai berikut;

Mengimplementasikan topologi jaringan di atas dengan ketentuan sebagai berikut :
1. Menerapkan prosedur kesehatan, keselamatan kerja dan keamanan kerja yang diperlukan
2. Melakukan pemasangan kabel UTP
3. Melakukan pemasangan non managable switch
4. Melakukan pemasangan dan konfigurasi jaringan lokal (LAN)
5. Melakukan pemasangan dan konfigurasi jaringan internet (WAN)
6. Melakukan pemasangan dan konfigurasi jaringan nirkabel (WLAN)
7. Melakukan instalasi dan konfigurasi Server/Router (WebProxy)
8. Melakukan instalasi dan konfigurasi DHCP Server
9. Melakukan konfigurasi Firewall pada router
10. Melakukan pengujian pada sistem.
Pengujian dari PC Client yang terhubung kabel :
a. IP DHCP Client
b. Koneksi internet
Pengujian dari Laptop Client yang terhubung wireless:
a. Blocking Site
b. Blocking File
c. Blocking akses internet pada waktu yang telah ditentukan
11. Membuat laporan tertulis tentang konfigurasi yang dilakukan.

Langsung saja kita intip beberapa modul dan video pembahasan paket 2 untuk UKK TKJ.


Panduan Pengerjaan Paket 2 Uji Kompetensi Kejuruan TKJ : Modul




Itu tutorial yang diberikan oleh mas Didit. Ababila masih kurang mantap dengan versi teks mari kita lihat versi video yang dibuat oleh mas Ari Yolo

Panduan Pengerjaan Paket 2 Uji Kompetensi Kejuruan TKJ : Video 



Nah itulah beberapa panduan untuk megerjakan paket 2 UKK TKJ. Semoga bermanfaat.

DOWNLOAD MIKROTIK UNTUK LATIHAN DISINI



Read More

Cara Membuat Bootable USB dan Install Kali Linux 2016.2 Mode UEFI Boot

Ragil Triatmojo 2/01/2017 13 Comments
Masih bingung cara membuat bootable USB Kali Linux mode UEFI untuk install? Kenapa harus UEFI?
Sekarang ini tentunya sangat trend penginstalan OS dengan mode UEFI, hal tersebut tentu karena dituntut oleh kebutuhan hardware dan kemajuan teknologi. Namun belum tentu semua OS itu mendukung UEFI.

Cara membuat usb live persistent linux


Nah berhubung semalam penasaran karena gagal membuat bootable Kali Rolling mode UEFI padahal di situs official disebutkan bahwa Kali telah support UEFI saya pun berinisiatif mencari permasalahan yang ada. Dari analisa yg saya lakukan, saya temukan ternyata ;
  1. File ISO Kali Linux belum terekstrak folder EFI maupun bootloader berbau EFI Firmware. Sehingga saat membuat bootable dengan bantuan Rufus yang di set agar mode UEFI, RUfus akan menunjukan pesan error.
  2. File EFI pada ISO Kali Liux sudah ada di direktori /boot dengan nama efi.img. Permasalahnya Windows dan Rufus tidak bisa membuka file image tersebut.
Sebenarnya kita dapat membuat bootable seperti biasa dan tinggal menambahkan file EFI untuk bootloader. Namun untuk menghindari kesalahan maka saya memutuskan untuk memberikan tutor yang lebih singkat dan mudah dijalankan.

Pada pembuatan bootable kali ini kita akan menggunakan mode restore image dengan 'dd'. Linux user atau Mac user pasti sudah familiar dengan istilah tersebut. Untuk bahan kita hanya membutuhkan Rufus dan master Kali Linux x64.
Catatan : Mengapa untuk UEFI harus 64 bit? Hal tersebut pernah saya bahas pada artikel sebelumnya dengan judul Perbedaan UEFI dan Legacy BIOS pada bootable.

Rufus dapat didownload DISINI dan untuk master Kali Linux ada DISANA

Untuk tutorialnya kurang lebih sama seperti saat pembuatan bootable dengan Rufus seperti biasa, hanya saja ada beberapa catatan. Berikut urutannya;

Requitment :
- UFD minimal 4 GB (Pastikan tidak ada data penting, karena nantinya akan diformat. Saya sarankan backup terlebih dahulu jika memiliki data penting di UFD tersebut)
- Master ISO Kali Linux 64-bit. Link ada diatas.
- Rufus versi terakhit. Link ada diatas.
- Koneksi Internet.

  1. Tancapkan UFD, pastikan terbaca dan memiliki letter address pada Windows Explorer. Kemudian buka dan jalankan sebagai admin software Rufus.
  2. Setelah terbuka langsung saja pilih file iso Kali Linux 64 bit yang sudah di download.
    Penting ! Untuk konfigurasinya samakan seperti gambar berikut, pastikan memilih DD Image.

    membuat usb bootable kali linux rufus
  3. Kemudian klik Start. Apabila muncul pesan notifikasi Syslinux pilih Yes. Pastikan koneksi internet lancar.

    membuat usb bootable kali linux rufus
  4. Setelah itu akan muncul pesan ISO Hybrid Image Detected. Pada bagian ini pilih DD Image Mode. Opsi ini dipilih agar file efi.img dapat terekstrak, sedangkan saya coba ISO mode file efi.img tidak terekstrak dan dibuang dari installer UFD.

    membuat usb bootable kali linux rufus
  5. Lalu konfirmasi pemformatan dan penghapusan data pada UFD yang digunakan.
  6. Kemudian tunggu proses copy hingga selesai.
  7. Pada hasil akhir kita dapat melihat lognya. Dapat dilihat bahwa UFD kita dibagi menjadi beberapa partisi.

    membuat usb bootable kali linux rufus

Setelah pembuatan selesai kita tinggal mencoba bootable tersebut untuk booting. Saya sendiri mencobanya pada notebook Dell dengan versi bios masih A09. Setingan bios yang saya gunakan seperti berikut;
  • CSM Support/Legacy Option ROM : Disable (dengan kata lain full UEFI) 
  • Virtualization for Direct I/O : Disable 
  • Secure Boot : Disable

Kemudian saat dibuka boot list manager, UFD sudah terlist secara otomatis. Atau jika belum terdeteksi, tambahkan secara manual.

kali linux mode uefi


instalasi kali linux uefi  
Untuk tampilan bootloader sendiri seperti ini.
 bootloader instalasi kali linux uefi

Berikut tampilan saat sudah full boot. Mudah bukan?

kali linux uefi


Nah sekian tutor yang bisa saya bagikan. Mungkin jikalau ada pertanyaan bisa ditanyakan di kolom komentar. dan untuk masalah dualboot mungkin bisa dibaca di potingan Perbedaan UEFI dan Legacy BIOS pada bootable.

    Read More

    Instalasi Winbox dengan Wine di Linux dan macOS

    Ragil Triatmojo 1/29/2017 Add Comment
    Bicara tentang winbox, siapa admin jaringan yang tidak familiar dengan Winbox? Ya, karena dengan Winbox kita dapat mempermudah pekerjaan dalam mengkonfigurasi perangkat Mikrotik.

    Winbox saat ini hanya tersedia untuk sistem operasi Windows, dengan keterbatasan tersebut tentu sedikit mengecewakan bagi pengguna Linux atau macOS karena tidak mendapatkan aplikasi official dengan dukungan OS sendiri.

    Winbox
    Winbox
    Namun keterbatasan tersebut dapat diatasi dengan adanya software Wine. Bagi orang awam tentu akan kebingungan jika mereka menggunakan sistem operasi Linux atau macOS untuk menjalankan Winbox tersebut apabila tidak menegetahui adanya aplikasi Wine untuk menjalankan program Windows di OS mereka.

    Kenapa tidak melalui Webfig saja untuk konfigurasi secara GUI? Memang bisa namun menurut saya webfig masih kurang ampuh untuk konfigurasi tertentu.

    Nah langsung saja kita bahas cara menjalankan Winbox dengan Wine. Pada artikel ini saya menggunakan macOS dan WineBottler, namun untuk Linux saya rasa tidak berbeda jauh.
    Software yang dibutuhkan adalah Wine dan Winbox. Kedua software dapat di download di situs resmi masing-masing.


    Setelah mendownload Wine dan Winbox, pertama kita install terlebih dahulu Wine yang telah kita download.


    Setelah terinstall kita buka WineBottler. Pada tampilan awal kita akan disajikan beberapa pilihan aplikasi windows. Untuk melakukan pemasangan aplikasi secara mandiri pilih tab Advanced.


    Pada tab ini akan ada banyak opsi untuk penginstalan aplikasu Windows seperti berikut.

    Setting Installer wine

    Untuk melakukan instalasi Winbox pilih master file dan pilih 'This is the Actual Program" dan biarkan pengaturan lain agar tetap default. Kemudian klik Install. Jangan lupa memberikan nama aplikasi dan lokasi penyimpanan setelah klik Install.

    Setting Installer wine

    Tunggu proses instalasi selesai. Hasil akhirnya nanti akan muncul program Winbox namun dengan ektensi sesuai program OS.


    Setelah jadi tinggal kita jalankan program Winbox yang telah dipasang dengan Wine. Cukup seperti menjalankan program biasanya.

    Winbox MacOS OS X

    Semoga artikel ini bermanfaat bagi pembaca yang masih kebingungan saat menggunakan OS Linux atau macOS tapi memerlukan Winbox. Apabila masih kebingungan atau ada pertanyaan silahkan berkomentar pada kolom yang sudah disediakan.
    Read More

    Perbedaan UEFI dan Legacy BIOS dalam Pembuatan Bootable USB

    Ragil Triatmojo 12/24/2016 6 Comments
    Siapa yang biasa install atau dualboot bahkan multiboot Windows, Ubuntu, Kali Linux atau distro Linux lainnya? Tentu multiboot lebih asyik dengan UEFI kan. Nah dalam keperluan instalasi sistem operasi tentu kita harus tahu bagaimana perangkat keras kita bekerja dengan sistem operasi yang akan kita pasang. Namun setelah saya telusuri diberbagai grup dan forum masih banyak yang bingung antara boot mode UEFI dan Legacy BIOS. Memang sedikit menjengkelkan suatu grup penuh dengan pertanyaan seputar instalasi saja. Untuk mengurangi hal tersebut saya akan mencoba menjelaskan dengan se-sederhana mungkin apa perbedaan UEFI dan Legacy BIOS dalam keperluan instalasi sistem operasi.

    • UEFI (Unified Extensible Firmware Interface)

    Sebenarnya UEFI adalah BIOS modern yang baru-baru ini lebih eksis penggunaannya ketimbang Legacy BIOS. Semua itu karena UEFI punya banyak kelebihan dibandingkan dengan Legacy BIOS, diantaranya :
    1. UEFI sudah mendukung kapasitas penyimpanan hardisk lebih dari 2 TB, sedangkan pada Legacy BIOS maksimal adalah 2 TB.
    2. UEFI mendukung tipe partisi GPT maupun MBR dimana GPT bisa menampung 128 partisi primer, sedangkan pada Legacy BIOS hanya dapat menjalankan tipe partisi MBR dengan 4 partisi primer maksimal.
    3. User interface UEFI lebih asik daripada Legacy BIOS karena pada UEFI kita bisa memilih menu pada BIOS dengan mouse dan keyboard. Sedangkan pada Legacy BIOS kita harus repot pencet-pencet keyboard. Namun masih ada beberapa vendor yang mengeluarkan produk yang mendukung UEFI namun tampilannya masih seperti Legacy BIOS.
    4. Bootloader pada UEFI terimpan dalam 1 partisi (ESP) dimana kita bisa mengatur sendiri ukuran partisi tersebut. Untuk hal ini jelas lebih mantap untuk multiboot beberapa OS. Lebih mantap karena tiap bootloader UEFI tidak saling bertumpukan seperti pada MBR namun pada UEFI akan menambahkan bootloader ke ESP apabila kita menginsall OS lain dengan moede UEFI.
    Kembali ke permasalahan awal, dalam mode UEFI pada saat kita membuat USB Bootable atau dengan media lainnya kita harus memastikan beberapa hal, yaitu ;
    1.  Sebelum memutuskan akan menggunakan UEFI pastikan spesifikasi minimum komputer atau notebook mencukupi untuk menampung OS 64 bit. Kenapa? Karena UEFI hanya support OS 64 bit.
    2. Saat membuat media bootable pastikan pengaturannya berjalan untuk UEFI+GPT. Contohnya saja seperti berikut (perhatikan log filenya).
    3. Setelah pembuatan bootable selesai pastikan didalam bootable ada bootloader UEFI. Bootloader akan berada di partisi ESP dengan file system FAT32. Untuk hirarkinya sendiri akan seperti ini :
      Hirarkinya : ESP > EFI > Bootloader OS
    4.  Untuk langkah akir adalah pengaturan pada BIOS. Untuk BIOS yang paling utama adalah harus kita set agar booting mode UEFI. Sedangkan untuk pengaturan lainnya pastikan;
      • Secure Boot : Disable
      • USB Boot Support : Enable
      • CSM Support : Enable (Sebenernya opsional, tergantung bootloader yg dipake)
    5. Setelah semua siap tinggal kita eksekusi dengan hit boot ke USB, atau bisa juga atur boot order ke bootable yg kita buat lewat BIOS. 

    • Legacy BIOS

    Untuk  Legacy BIOS sebenarnya tidak terlalu berbeda dengan UEFI. Hanya saja kelebihan Legacy BIOS adalah support untuk OS 32 bit maupun 64 bit, dimana untuk spesifikasi yang belum maksimal untuk menjalankan OS 64 bit bisa menggunakan alternatif ini untuk berjalan di 32 bit. Untuk Legacy BIOS mungkin saya tidak perlu menjelaskan bagaimana cara membuat bootablenya, namun hanya akan saya jelaskan bagaimana membedakan booting dan bootable Legacy vs UEFI.

    1. Untuk bootable Legacy, bootloader OS biasanaya bernama bootmgr. File ini wajib ada untuk dapat booting ke OS Installer. Sedangkan UEFI menggunakan file ber-ektensi .efi.


    2. Pada pengaturan BIOS patsikan pilih Legacy Mode/CSM untuk booting menggunakan bootable untuk BIOS biasa.

    Catetan penulis :


    Jadi sebelum kita multiboot atau install ulang lebih baik kita pahami dulu sistem yang udah ada(apabila sudah terinstall suatu OS diperangkat). Namun jikalau pengen build dari awal mending kita planning ke depan, planning antara parisi sampai urutan penginstallan OS.

    Pemerikasaan sistem yang udah jalan itu penting karena untuk menghindari human error, contoh;
    • Si A pengen dualboot OS W & K, tapi pas ditengah jalan OS gak bisa diinstall. Eh Si B usul method Y. Tapi ternyata method Y mengharuskan format partisi dimana Si A ga tau dan ternyata kehilangan data yg ada di HDD.
    • Si A udah punya OS W, dia pengen install OS U juga. Pas install OS U ternyata OS U ga bisa diload malah tetep ke OS W.
    Pemeriksaaan ini juga bakal penting banget buat troubleshooting yg ada, soalnya kebanyakan orang nanya pemecahan masalah tapi gak nyebutin kronologi plus spesifikasi yang ada. So, jangan egois kalo nanya tapi sertakan pula kronologi, settingan hardware plus software.

    Untuk multiboot Windows & Distro Linux urutan versi gampangnya adalah Windows terlebih dahalu kemudian Distro Linux. Itu berlaku untuk Legacy Mode. Untuk UEFI saya coba dibalik-balik tidak masalah karena pada BIOS ada menu untuk menunjuk bootloader mana yang akan digunakan.

    Mungkin cukup itu saja yang saya sampaikan untuk menambah pengetahuan temen-temen. Apabila ada tambahan atau pertanyaan mungkin kalian bisa PM saya via Facebook. Untuk artikel selanjutnya mungkin saya akan posting tentang Multiboot beberapa OS mode UEFI


    Read More
    Windows 10 Preview

    Windows 10 Preview

    Ragil Triatmojo 10/04/2014 Add Comment


     Mungkin banyak dari kita yang menebak bahwa sistem operasi kemuaran Microsoft yang terbaru adalah Windows 9, tapi ternyata secara resmi Microsoft menamai sistem operasi besutannya tersebut dengan nama Windows 10 dan kode namanya adalah Treshold.

       Nah terus apa saja yang baru di Windows 10 ini ? Jujur Saya sendiri belum mencoba secara langsung sistem operasi ini sehingga Saya belum dapat menjelaskannya. Namun pada kesempatan ini saya akan memberitahu bagaimana cara mendapatkan Windows 10 Preview.

    1. Pertama kita masuk ke sitis download Windows 10 Preview disini.
    2. Lalu download file ISO sesuai dengan kriteria PC Anda masing-masing.
    3. Untuk Product key kita menggunakan NKJFK-GPHP7-G8C3J-P6JXR-HQRJR

    Untuk minimum system requitmenya sendiri adalah

    • Processor: 1 gigahertz (GHz) atau lebih cepat
    • RAM: 1 gigabyte (GB)
    • Gratis ruang hard disk : 16 GB
    • Kartu Grafis: Microsoft DirectX 9 perangkat grafis dengan WDDM driver
    • Sebuah account dan Internet Microsoft akses
    Pada kesempatan berikutnya saya akan memposting artikel yang membahas secara spesifik Windows 10 Preview. Terimakasih



    "Berbagilah ilmu yang kita punya"
    Read More